Selasa, 22 Mei 2018

ADA PERTANYAAN ?

Jangan Ragu Hubungi Kami 

0811 6268 300

**(AKTIF 24 JAM)**
Silahkan SMS Apabila Panggilan Sibuk


TRANSFER BANK



CABANG KISARAN

No. Rek. 7086041949
a.n. IRVAN AULIA PUTRA

SETELAH TRANSFER 
JANGAN LUPA !!!

ANDA DAPAT LANGSUNG KONFIRMASI
PEMBAYARAN MELALUI : 

HP / WA : 0811 6268 300
ATAU 
E-Mail : AsahanWebsite@Gmail.com 
DENGAN MELAMPIRKAN BUKTI TRANSFER

 
Please paste a VALID AdSense code in AdSense Elite Module options before activating it.

Jakarta Seorang remaja Asutralia, Sam Kanizay, yang sedang bermain di pantai Brighton tiba-tiba kakinya berdarah-darah lantaran digerogoti kutu laut. Kabar mengerikan yang membuat banyak netizen dari berbagai negara takut untuk bermain-main di pantai Australia ini tersebar dengan cepat lewat media sosial dan pemberitaan media massa. 

Banyak orang menyebut makhluk kecil ini sebagai kutu laut. Namun, dilansir dari Sci-Tech Today, sebenarnya makhluk laut yang hampir tak kasat mata ini adalah hewan dalam famili lysianassid amphipod.

Seorang ahli biologi kelautan, Dr Genefor Walker-Smith mengatakan, makhluk tersebut merupakan binatang kecil, termasuk dalam krustacea atau arthropoda dari kelompok besar seperti kepiting, lobster, udang, atau teritip.

Nah, ternyata, binatang kecil ini kerjanya mencari makanan dari ikan-ikan mati atau burung laut. Meskipun akibat hewan ini Sam yang malang harus masuk rumah sakit dan menjalani perawatan khusus, namun Genefor mengatakan kamu tetap aman, kok, bermain di laut.

Soalnya, hewan yang kini disebut-sebut sebagai kutu laut ini biasanya memang menggigit, tapi nggak bahaya sama sekali. Menurut Genefor, kamu mungkin bisa merasakan gigitan mereka, tapi kamu cuma akan mengusir mereka sama seperti saat dihinggapi lalat atau digigit nyamuk.

Terus, kenapa kaki Sam bisa terluka sangat parah, ya? Menurutnya lagi, Sam pada saat itu hanya berdiri di pantai dengan kaki terendam air laut. Kondisi air yang dingin membuat kaki Sam kebas atau mati rasa. Otomatis, kaki Sam nggak bergerak dalam waktu cukup lama. Sampai akhirnya, Sam yang 'mematung' dengan kaki terendam memberikan waktu yang cukup banyak buat para kutu laut untuk menggerogotinya.

Padahal, kutu laut sebenarnya nggak menyerang manusia, kok, girls. "Normalnya mereka nggakmenyerang manusia, ini cuma kondisi yang nggak begitu beruntung," kata Genefor seperti dikutip dari Sci-Tech Today.

Terus, kenapa pada saat ayah Sam mencelupkan daging merah ke sana dan terbukti kutu air menggerogoti daging tersebut? Genefor menjelaskan, kutu laut memang suka banget sama daging merah. Dia sendiri pernah merasakan saat kedua kakinya berdarah-darah saat dia berjalan di pasir sedalam 20 meter.

Saat dia menyadari kedua kakinya terluka karena hewan amphipod itu, dia cuma menyapu kedua kakinya dengan tangan. Dia juga menambahkan, hewan-hewan seperti ini nggak bahaya. Justru manusia sangat terbantu dengan adanya mereka, karena kalau nggak ada amphipod, laut bakalan penuh dengan burung atau ikan mati yang busuk. Jadi, kutu laut sebenarnya punya peran penting dalam ekosistem laut, girls.

 

Sumber : Bintang.com

Paste a VALID AdSense code in Ads Elite Plugin options before activating it.
Instagram

   
Workshop :
Jl. Ir. Sumantri No. 11
Kel. Selawan Kisaran
Kec. Kota Kisaran Timur
Kab. Asahan - Sumatera Utara,
Indonesia, KP. 21223
Email :
AsahanWebsite@gmail.com 
Whatsapp / SMS / Phone
:
 
0811 6268 300
Facebook / Page Facebook
: 
Asahan Website
 

Seluruh Berita yang ada di sini,

kami kutip dari Beberapa Media Online

Dengan Tidak Merubah sedikitpun contentnya.

Kami juga melampirkan

sumber beritanya pada setiap artikel.  
Terima kasih

 
 

 Support By :